Selasa, 29 Oktober 2019

ANALISIS PERBANDINGAN PINJAMAN BANK SYARI’AH DAN BANK KONVENSIONAL


Nama Anggota Kelompok      :           1. Berlian Indriani       1751020023
                                                            2. Sakinah Indah         1751020195
                                                            3. Wanadi Tamsil        1751020216
Prodi/Kelas/Semester              :           Perbankan Syari’ah/D/V
Mata Kuliah                            :           Manajemen Pembiayaan
Dosen Pengampu                    :           Muhammad Iqbal Fasa, M.E.I.

ANALISIS PERBANDINGAN PINJAMAN  BANK SYARI’AH DAN BANK KONVENSIONAL
  1. Tabel Cicilan Plafon Kredit Usaha Mikro (KUM)  Bank Mandiri
Dari table di atas penulis dapat menganalisis berdasarkan besar cicilan yang dibayar nasabah perbulan dengan pembiayaan KUM sebesar Rp. 100.000.000,- dengan masa angsuran selama 1 tahun (12) bulan, maka dapat dihitung margin (keuntungan)sebagaui berikut:
Total Kredit                                                    Rp. 100.000.000,-
Masa Angsuran                                               1 Tahun/12 Bulan
Angsuran Perbulan                                          Rp. 9.433.333.33,-
Perhitungan :
Bunga total                                         = (Rp.9.433.333.33 x 12 bulan) – Rp.100.000.000                                                                = Rp.113.200.000 – Rp.100.000.000
                                                            = Rp. 13.200.000,-
% Bunga                                             = Rp.13.200.000 : Rp.100.000.000 x 100 %
                                                            = 13,2%
% Bunga per bulan                              = 13,2 % : 12
                                                            = 1,1 %
Keuntungan /bulan                              =  Rp.13.200.000 : 12
                                                            = Rp. 1.100.000,-


2.      Tabel Cicilan Plafon Kredit Usaha Mikro (KUM)  Bank Syari’ah Mandiri


Dari table di atas penulis dapat menganalisis berdasarkan besar cicilan yang dibayar nasabah perbulan dengan pembiayaan KUM sebesar Rp. 100.000.000,- dengan masa angsuran selama 1 tahun (12) bulan, maka dapat dihitung margin (keuntungan) sebagaui berikut:
Total Kredit                                                                            Rp. 100.000.000,-
Masa Angsuran                                                                       1 Tahun/12 Bulan
Angsuran Perbulan                                                                  Rp. 9.311.377.38,-
Perhitungan :
Margin total                                        = (Rp.9.3111.377.38 x 12 bulan) – Rp.100.000.000                                                              = Rp.111.736.528 – Rp.100.000.000
                                                            = Rp. 11.736.528,-
% Margin                                            = Rp.11736.528 : Rp.100.000.000 x 100 %
                                                            = 11,73%
% Margin per bulan                             = 11,73% : 12
                                                            = 0,9775 %
Keuntungan /bulan                              =  Rp.11.736.528 : 12
                                                            = Rp. 978.044,-

Jadi, setelah menganalisis Pembiayaan Kredit Usaha Mikro (KUM) di Bank Mandiri dengan Bank Syariah Mandiri. Dapat di ambil kesimpulan bahwa persentase besar margin lebih BESAR di Bank Mandiri (Konvensional) dibandingkan dengan Bank Syari’ah Mandiri. Dengan total margin yang di peroleh setiap bulan pada pembiayaan Kredit Usaha Mikro (KUM) di Bank Mandiri (Konvensional) sebesar Rp.1.100.000,- Sedangkan di Bank Syari’ah Mandiri hanya sebesar Rp.978.044. Bank Konvensional menggunakan Bunga yang digunakan untuk menghitung keuntungan yang diperoleh oleh Bank dan Bank Syari’ah tidak menggunakannya, melainkan menggunakan Margin Bagi Hasil.
Sebenarnya dalam pemberian pembiayaan memiliki persamaan dalam prosedur dan berkas persyaratan. Namun, pada aspek akad/perjanjian mempunyai perbedaan. Pada bank konvensional sepenuhnya menggunakan sistem bunga, dan pada bank syari’ah menerapkan sistem bagi hasil dari keuntungan jasa dan transaksi riil.
Selain itu terdapat juga beberapa keuntungan bagi nasabah Bank Syari’ah disbanding Bank Konvensional, yaitu dalam mekanisme Bank Syari’ah didasarkan pada prinsip efisiensi, keadilan dan kebersamaan. Bagi hasil dihitung dari hasil usaha pihak bank dalam mengelola uang nasabah. Bank dan nasabah membuat perjanjian bagi hasil berupa presentase tertentu untuk nasabah dan untuk bank perbandingan ini disebut nisbah. Misalnya, 60% keuntungan untuk nasabah dan 40% keuntungan untuk bank. Dengan menggunakan sistem ini, nasabah dan bank memang tidak bisa mengetahui berapa hasil pastinya yang akan mereka terima. Karena, bagi hasil baru akan dibagikan kalau hasil usahanya sudah bisa ditentukan pada akhir periode. Tapi dengan sistem bagi hasil, nasabah dan bank akan  membagi keuntungan secara lebih adil daripada sistem bunga, karena kedua belah pihak selalu membagi adil sesuai nisbah, berapapun hasilnya.
Bank syari’ah lebih mandiri dalam penentuan kebijakan bagi hasilnya. Karena bank syariah melepas diri dari keterkaitan dengan suku bunga yang berlaku, sehingga nasabah lebih tenang karena tidak terpengaruh dengan naik turunnya suku bunga di pasar. Sedangkan nasabah bank konvensional harus menerima atas pengaruh perubahan yang terjadi atas naik turunnya suku bunga di pasar.

Di Bank Syari’ah juga terhindar dari praktik money laundering, karena adanya Dewan Pengawas Syari’ah dan pemberian kredit pembiayaan kepada nasabah yang selektif dari usaha-usaha haram, serta terhindar dari praktik riba. Sedangkan di bank konvensional kredit diberikan kepada nasabah dalam usaha apapun dengan tanpa memperhatikan halal-haram.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar